courtyard

K o n s e p R u a n g

Ruang pada dasarnya terjadi oleh adanya hubungan antara sebuah obyek dan manusia yang melihatnya. Hubungan itu mula-mula ditentukan oleh penglihatan, tetapi bila ditinjau dari pengertian ruang secara arsitektur, maka hubungan tersebut dapat dipengaruhi oleh penciuman, pendengaran dan perabaan. Sering terjadi bahwa ruang yang sama mempunyai kesan atau suasana yang berbeda sama sekali, karena dipengaruhi oleh adanya hujan, angin ataupun terik matahari dan sebagainya. Lao Tzu mengatakan : “ Meskipun tanah liat dapat dibentuk menjadi sebuah jambangan, tetapi arti yang sesungguhnya dari jambangan tersebut adalah ‘KEKOSONGAN’ yang terkandung didalam bentuk jambangan itu sendiri. Kata – kata yang mencakup pengertian yang sangat padat yang memberi peringatan pada arsitek bahwa untuk menciptakan ‘ ruang kosong’ didalam jambangan itu tetap di perlukan tanah liat.

Pada umumnya dikatakan bahwa ruang dalam dibatasi oleh tiga bidang : sebuah lantai, sebuah dinding dan sebuah langit-langit. Seperti pada ruang dalam maka pada ruang luarpun mempunyai elemen-elemen antara lain : tekstur, patra, bentuk, warna, dimensi, perbedaan tinggi lantai.

Ruang luar adalah ruang yang terjadi dengan membatasi alam. Ruang luar dipisahkan dari alam dengan memberi ‘frame’, jadi bukan alam itu sendiri yang dapat meluas tak terhingga.

Ruang luar juga berarti sebagai lingkungan luar buatan manusia dengan maksud tertentu, suatu ruang sebagai bagian dari alam. Kadang – kadang ruang luar disebut sebagai ‘Arsitektur Tanpa Atap’. Atau dengan perkataan lain dari suatu plot bangunan maka bagian – bagian dibawah atap disebut ruang dalam, dan bagian – bagian yang tak beratap disebut ruang luar. Jadi jelaslah bahwa ruang luar termasuk didalam pengertian arsitektur, yang berbeda dengan alam; termasuk juga kebun dan ruang terbuka (Asihara, Yoshinabu, Gunadi, S, Merencana Ruang Luar (terjemahan), Fakultas Teknik Arsitektur ITS, 1974)

Ruang luar dianggap sebagai arsitektur tanpa atap, tapi dibatasi oleh dua bidang: Lantai dan dinding atau ruang yang terjadi dengan menggunakan dua elemen pembatas. Untuk menjaga agar ruang luar mempunyai nilai sebagai ‘Arsitektur Tanpa Atap’ maka harus direncanakan dengan hati-hati supaya tidak terjadi perluasan alam yang tak tertbatas. Disamping itu bidang horisontal perlu diperhatikan.

Courtyard

courtyard (noun)

place: yard, area, backyard, courtyard, court, close, open space enclosure: cloister, courtyard, place (The Original Roget’s Thesaurus of English Words and Phrases (Americanized Version) is licensed from Longman Group UK Limited. Copyright © 1994 by Longman Group UK Limited.

Courtyard: an open area partially or fully enclosed by buildings or other walls, adjacent to or within a castle house, or other building (M. Harris,Cyril, Dictionary of Architecture and Construction, Mc Graw-Hill, Inc., 1975)

Courtyard: an open space surrounded by walls or buildings, adjoining or within a building such as a large house or housing complex (Excerpted from The American Heritage Dictionary of the English Language, Third Edition Copyright © 1992 by Houghton Mifflin Company. Electronic version licensed from Lernout & Hauspie Speech Products N.V.)

One Response to “courtyard

  • Muhibbudin
    8 years ago

    Kita dapat membuat suatu ruang yang bermanfaat dan mempunyai arti, ruang yang tak terbatas yang tidak memerlukan dinding, atap ataupun lantai…yaitu dengan memanfaatkan alam sekitar, membuat ruang luar dengan memperhatikan aturan yang ada agar tidak merusak atau membuang lahan yang tidak perlu. Membuat ruang luar harus mengerti alam..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Skip to toolbar